Syekh Mukhlisin: Catatan dari Mbah Bob

Kemarin jam 7 malam kami berempat membaca Catatan Mbah Bob yang ditulis di selembar kertas A4 yg lecek kehitaman terkena tumpahan kopi yang sudah mengering.

Catatan itu diserahkan sendiri oleh Mbah Bob padaku setelah adzan magrib. Dia tak berkata apa-apa saat memberikannya: langsung pergi saja naik sepeda jengki dibonceng Syekh Mukhlisin.

Setengah jam berikutnya, aku, brader for, abah kevin, dan valentino rasul membaca catatan itu sambil duduk melingkar di hamparan karpet di ruang tamu yang tv-nya kami matikan:

Ada dua jenis manusia: pertama, manusia be(RP)ikir. Kedua, Manusia BERPIKIR.

Manusia jenis pertama mengganti ‘just do it‘ menjadi ‘just duit’, sedangkan manusia jenis kedua tetep just do it.

Skemata Manusia jenis pertama: be(Rp)ikir : be(Rp)erasaan, be(Rp)roses, be(Rp)rinsip, Be(Rp)unya.

Skemata manusia jenis kedua: BERPIKIR, BERPERASAAN, BERPROSES, BERPRINSIP, BERMAKNA, dan BER-ADA.

Nah! kalian berempat termasuk manusia jenis pertama. Terutama kamu Wirio Kelana.

‘Kok aku?’ kataku sambil menggaruk jidat lebarku yg berjerawat.

Brader for, abah kevin, dan valentino rasul terpingkal-pingkal. Namun satu menit kemudian mereka diam karena aku berkata, ‘sssssttttt…. ada satu pesan lagi dari mbah bob.’

Kami pun membacanya.

Nb: Besok aku dateng lagi abis solat Isya. Tolong masak yang enak. Aku pengen makan ikan asin peda’.

Tulis sesuatu

%d blogger menyukai ini: