Beranda Jalan Berita Spiritualitas Semakin Tergerus Di Abad Modern

Spiritualitas Semakin Tergerus Di Abad Modern

120
0
BERBAGI
Dedy Indra Prayoga salah satu penulis buku "Gus Dur & Catatan Yang Hilang Makna".

Bandar Lampung. Kelompok Studi Kader (Klasika) menghelat Kuliah Ramadan (kurma) sesi pertama hari ini (18/05). Dalam Kurma yang bertajuk “Ngaji Buku Gus & Catatan Yang Hilang Makna” Dedy Indra Prayoga berkesempatan mendedah isi essai yang ia tulis, ihwal Gus Dur dan nilai ketauhidan.

Menurut Ketua PMII Komisariat Raden Intan ini, salah satu penyebab terjadinya kekacauan di abad modern disebabkan manusia yang telah meninggalkan nilai-nilai spiritualitas.

Suasana Diskusi

“Spiritualitas telah tergerus oleh produk-produk ilmu pengetahuan. Sehingga manusia banyak berbuat keburukan dimuka bumi” ungkapnya di hadapan para peserta diskusi.

Ia pun menambahkan, bahwa sesungguhnya ‘akal’ sebagai motor penggerak abad modern haruslah diimbangi oleh nilai-nilai spiritual, sebagaimana yang diajarkan Gus Dur. Sehingga spiritualitas yang bersumber dari nilai ketauhidan hadir sebagai konsep penyatuan antara ibadah individual sekaligus sosial, yang ukrahwi sekaligus duniawi yang tugas utamanya adalah berbuat kebaikan pada seluruh alam raya. Ungkap pria kelahiran Lampung Tengah ini.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Mufid Direktur Klasika menuturkan bahwa agenda Kurma akan dihelat dalam dua sesi selama Ramadan ini. Sesi pertama dihelat pada tanggal 18-19 Mei. Sesi kedua pada tanggal 23-25 Mei. Seluruh agenda Kurma akan digelar di Rumah Ideologi Klasika Jl. Sentot Alibasa gg pembangunan E/A5 No.121 Way Dadi, Sukarame, Bandar Lampung. Tutur pria yang akrab disapa Bemol ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here