Autisme, Sayangi dan Lindungi Mereka!!

“Tuhan tidak hanya sanggup memberikan masa depan bagi orang- orang yang ” kita anggap normal”, tetapi mereka juga yang berkebutuhan khusus”.

 

Oleh: Maria Novitawati

 

Autisme adalah gangguan perkembangan nerobiologi yang berat yang terjadi pada anak sehingga menimbulkan masalah pada anak untuk berkomunikasi dan berelasi (berhubungan) dengan lingkungannya.

Anak autis (sebutan lama bagi anak pengidap autisme) cenderung kesulitan untuk menuangkan pikiran dan mengekspresikan diri, baik dengan kata-kata, gerak tubuh, ekspresi wajah, dan sentuhan. Mereka juga cenderung kesulitan untuk memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain.

Saat kita melihat anak autis, kita melihat anak yang cuek, sulit berkomunikasi bahkan lebih dari itu sulit berbicara, serta punya perilaku unik yang kita sendiri merasa asing.

Hampir semua orang di sekitar anak autis merasa bingung bagaimana harus menyapa dan bergaul dengan mereka dan para orangtua merasa sangat kuatir akan masa depan mereka.

Namun setelah melihat mereka dari dekat dan terus berusaha untuk saling mengenal, ternyata anak autis juga punya keinginan dan harapan yang sama seperti kita, tetapi mereka mengatakan semua itu dengan caranya sendiri.

Anak autis tidak pandai mengeluarkan kata-kata melalui mulut seperti kita, tetapi mereka mampu bicara melalui mata, melalui ekspresi gambar dengan karya-karya seni yang mampu membuat kita berdecak kagum. Juga mereka mampu berkata lewat permainan musik yang mampu menggambarkan isi hatinya.

Anak autis juga mampu jatuh cinta seperti kita, meski mereka sulit mengungkapkan seperti cara-cara yang kita pakai selama ini. Autis dan kita itu sama, kalau kita sedih saat ditolak dan direndahkan, mereka juga. Autis dan kita sama, kalau kita bangga karena bisa melakukan sesuatu, mereka juga.

Autistik ada di dunia ini ternyata mengajar banyak hal pada kemanusiaan. Anak autis mengajarkan kasih, rasa peduli resiliensi, kesabaran, kreatifitas dan banyak hal-hal mulia yang menyadarkan kita sebagai manusia bahwa kita diciptakan Tuhan dengan sifat-sifat itu. Maha besar Tuhan dengan semua yang telah tercipta, semua diciptakanNya dengan tujuannya masing- masing.

Anak special need bukanlah beban bagi dunia ini, mereka ada untuk mengatakan bahwa Tuhan itu maha sanggup dan berdaulat sepenuhnya atas semesta ini. Tuhan tidak hanya sanggup memberikan masa depan bagi orang- orang yang ” kita anggap normal”, tetapi mereka juga yang berkebutuhan khusus.

 

Maria Novitawati adalah ketua Yayasan Harapan Masa Depan Lampung. Yayasan Harapan Masa Depan Lampung memiliki konsentrasi utama melakukan kerja-kerja kemanusian. Seperti menaruh perhatian serius dengan mendirikan sekolah Growing Hope. Sekolah Growing Hope bertujuan memberikan pendidikan pada anak berkebutuhan khusus.

Tulis sesuatu

%d blogger menyukai ini: