Sebuah Catatan Tentang Rumah Daswati (Bagian I)

Sebuah Penelusuran

Sebagaimana rumah pada umumnya yang memiliki cerita historis mengapa dibangun dan ditempati begitupun dengan Rumah Daswati yang belakangan ini menjadi ramai sekaligus hangat diperbincangkan. Berkelindan dengan itu, setelah birdiskusi dengan teman-teman kami mendapat kesimpulan untuk menelusuri sejarah Rumah Daswati. Oleh karenaya kami memutuskan menemui salah seorang sejarawan Lampung yakni Bang Arman AZ.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan dengan menemui Bang Arman, kami mengajukan ragam pertanyaan;

Seperti yang banyak beredar di media online mengatakan bahwa Rumah Daswati merupakan cikal bakal pemerintahan Provinsi Lampung. Bagaimana tanggapan Bang Arman soal itu?

Rumah Daswati merupakan tempat berkumpul merumuskan Keresidenan Daswati I Lampung. Bahkan seperti yang tercatat di berbagai media, Rumah Daswati merupakan tempat upacara penyerahan kewenangan pemerintah dari Daerah Swantanra Tingkat (Daswati) I Sumatera Selatan kepada Daswati I Lampung yang berlangsung pada tanggal 18 Maret 1964, tepatnya, sekitar pukul 20:00 WIB.

Dalam merumuskan pembagian wilayah menjadi Daswati I Lampung dari Daswati I Sumatera Selatan terdapat 13 panitia perumus. Namun, informasi mengenai data 13 panitia perumus belum ditemukan, kecuali satu orang bernama Zainal Abidin. Hingga dalam data (Arsip) pemerintah belum pernah menunjukan siapa nama serta data lengkapnya. Selain itu terdapat perbedaan pandangan mengenai panitia perumus Lampung, ada yang mengatakan 13 dan ada juga yang mengatakan terdapat 9 panitia perumus.

Sebelum Rumah Daswati dijadikan sebagai tempat merumuskan Daswati I Lampung dan upacara penyerahan, dikatakan tempat ini sebagai kantor Front Nasional (FN) yang digagas oleh Soekarno sebagai organisasi massa bagian dari pemerintah untuk membangun republik paska perang kemerdekaan?

Sebagaimana yang banyak disinggung laman media online bahwa Soekarno pernah menjadikan Rumah Daswati sebagai kantor Front Nasional, hanya itulah informasi yang kita punya, sementara terkait bagaimana Soekarno bisa merumuskan Organisasi Front Nasional, proses membangun organisasi hingga menuju tercetusnya Daswati I Lampung tidak dapat kita temui sejarahnya.

Padahal apa yang dilakukan oleh Soekarno dengan menjadikan rumah Daswati sebagai kantor mengandaikan bahwa disanalah para tokoh gerakan merumuskan berbagai agenda untuk Membangun Lampung pasca kemerdekaan (Daswati I Sumatera Selatan).

Peristiwa bersejarah dimana para pendiri membangun Lampung, yang kita dapati hari ini bukanlah informasi mengenai visi dan dinamika perjuangan membangun Lampung oleh Organisasi yang digagas Soekarno, bahkan pemerintah tidak memiliki Arsip lengkap mengenai itu, inilah sebab kita minim mendapati informasi soal Presiden Pertama Indonesia Ir Soekarno di Lampung, bahkan tahun digagas nya Front Nasional dan aktivitas apa saja yang dilakukan kita tidak mengetahuinya.

Setelah Daswati I Lampung diresmikan apasajakah kegiatan yang terjadi di Rumah Daswati hingga hari ini?

Semenjak tercetusnya Daswati I Lampung pada tahun 1964, rumah Daswati dijadikan kantor dalam kurun waktu yang tidak lama. Pasca berakhirnya masa kepemimpinan Soekarno, konon Rumah Daswati hanya ditunggui oleh salah seorang penjaga. Tidak seperti sebelumnya, sebagai rumah yang ditempati untuk membangun Lampung pasca Kemerdekaan (Front Nasional) serta merumuskan kelahiran Provinsi Lampung, nyaris tidak banyak aktivitas atau tidak se-intens sebelumnya.

Sejak saat itu, hingga kini Rumah Daswati nampak tak terurus dan terbengkalai bahkan tak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa Rumah Daswati merupakan rumah tempat merumuskan Provinsi Lampung. Hanya sedikit elemen masyarakat yang mengetahui, seperti para peneliti sejarah, wartawan yang beberapa tahun belakangan dikabarkan kerap mengunjungi Rumah Daswati.

Lalu apakah harapan Bang Arman mengenai masa depan sejarah Lampung?

Inilah yang penting bagi kita, seperti disampaikan sebelumnya bahwa terdapat ketidaklengkapan sejarah mengenai rumah Daswati, dan ini merupakan salah satu peninggalan sejarah yang tidak tercatat secara kronologis bahkan pemerintah terkait yang bertanggung jawab disektor itu tak ada penelusuran yang berarti terkait Rumah Daswati.

Persoalan Rumah Daswati yang tidak memiliki catatan historis yang lengkap, kemungkinan merupakan contoh dari berbagai Arsip Kapubaten-kabupaten di Lampung. Ini menjadi sebuah pengandaian yang logis sebab di pusat pemerintahan (Provinsi) saja belum lengkap apalagi didaerah.

Dengan itu ada dua tugas besar bagi masyarakat Lampung, pertama Lampung secara universal masih memiliki banyak Arsip sejarah yang belum lengkap. Kedua Rumah Daswati dari tiga minggu yang lalu sudah dikelilingi pagar beton, ditambah beredar informasi Rumah Daswati akan diratakan dengan tanah digantikan dengan bangunan ruko.

Catatan kedua inilah yang harus diselesaikan dengan segera, Jika tak ada respon yang serius dan berkelanjutan maka sangat mungkin rumah Daswati akan dihilangkan (digusur, digantikan ruko atau sebagainya) maka memori kolektif kita mengenai rumah Daswati yang menjadi tempat perumusan Lampung akan turut hilang, alih-alih semua elemen masyarakat berupaya mengisi kepingan-kepingan sejarah Rumah Daswati yang belum lengkap.

Dengan demikian, semua elemen masyarakat Lampung harus mendesak Pemerintah Provinsi agar mengalihkan kepemilikan Rumah Daswati dari milik pribadi menjadi milik Provinsi Lampung.

 

Keterangan: Poto Arman AZ (SUMBER: Internet)

Tulis sesuatu

%d blogger menyukai ini: