Beranda Jalan Berita Penutupan Kelas Mondok Klasika: Pentingnya Menjadi “Unik” Di tengah Kerumunan

Penutupan Kelas Mondok Klasika: Pentingnya Menjadi “Unik” Di tengah Kerumunan

187
0
BERBAGI
Pendiri Klasika, Chepry Chaeruman Hutabarat (tengah) bersama para peserta kelas mondok angkatan ke-V

Bandar Lampung. Berlokasi di Rumah Ideologi Klasika Jl. Sentot Alibasa gg pembangunan E/A5 No.121 sukarame, Kelompok Studi Kader (Klasika) resmi tutup kelas Mondok angkatan ke-V. Setelah sebelumnya para peserta mengikuti program kelas selama 40 hari.

Dalam sambutannya Penanggung Jawab program Klasika, Een Riansah menyampaikan. Bahwa setelah selesai mengikuti program kelas mondok, diharapkan para peserta dapat kembali ke masing-masing organisasi dan menghadirkan solusi pada setiap masalah yang dihadapi. Serta tanggap terhadap setiap isu yang bergulir di Republik ini.

Selain Een Riansah,  Pendiri Klasika, Chepry Chaeruman Hutabarat  memberikan pesan kepada para peserta kelas mondok.

“Dalam setiap menjalani kehidupan manusia terus mencari makna, hal ini didasari karena manusia memiliki hasrat akan kepastian. Oleh sebab itu, yang penting untuk diingat oleh kalian (peserta) setelah belajar tentang kesadaran selama kelas, harus menjadi bekal untuk dapat hidup sebagai pribadi yang unik, ditengah kerumunan massa” ungkapnya, di hadapan para peserta.

Ia pun menambahkan, bahwa pada dasarnya setiap manusia adalah “unik” dan hal tersebut menjadi fitrah bagi kita, manusia. Oleh sebab itu, kita harus rayakan. Namun, karena setiap manusia menghasrati kepastian ia kerap kali tercebur pada kesia-siaan, dan imbasnya menghentikan kita untuk terus mencari makna, atau dengan kata lain berhenti untuk terus belajar. Paparnya.

Direktur klasika, Ahmad Mufid menjelaskan, bahwa berjalannya program kelas Mondok pada angkatan ke-V mengalami peningkatan. Terkait tentang kedisiplinan dan keaktifan peserta selama mengikuti kelas. Oleh karena itu kemajuan tersebut kami syukuri bersama. Tutupnya.

Hadirnya kelas mondok merupakan program unggulan yang dihelat oleh klasika sebagai bentuk pendidikan alternatif. Dengan menghadirkan kembali budaya intelektual di kalangan anak muda, seperti membaca, menulis, dan berdiskusi. Penutupan kelas mondok ditutup dengan pembacaan doa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here