Beranda Ruang Munajat Syekh Mukhlisin

Munajat Syekh Mukhlisin

Ari Pahala Hutabarat

86
0
BERBAGI

“Tuhan, coba sekali-sekali, kau atur agar masa depan yang sibuk mikirin aku,
Bukan aku yang mikirin dia.

Aku mau rileks aja, Tuhan. Kalau dipikirin terus, nanti si masa depan jadi sombong, besar kepala, merasa dibutuhin, merasa perlu disamperin Dengan pendekatan khusus, dengan kalkulasi khusus.

Karena dialah aku jadi ngotot, ingin memasti-mastikan segala sesuatu.
Terhadap kawan aja, aku jadi males senyum.
Takut masa depanku kabur, diserobot kawan.

Aku salat, tapi yang ada di kepala dan hatiku cuma rencana-rencanaku untuk mendekatinya, bukan Kamu.
Aku berdoa, cuma untuk menyampaikan kegelisahanku, kekhawatiranku,
Dan bukan menyanyikan suka-cita untuk-MU.

Kubilang aku mencintaimu, padahal, sungguh Tuhan, aku sungguh-sungguh hanya mencintai diriku sendiri.
Aku jd heran sendiri, Kok niatnya mau bahagia, aku jd gak bahagia?

Berhadapan dengan masa depan, Tuhan, aku jadi salah tingkah!
Kalau sekali-kali aku salah, kan boleh aja dong!
Kalau sekali-kali aku terlihat bodoh, kan boleh dong!
Kalau tiba-tiba aku kalah, nggak bisa nentuin pilihan, nggak pasti,
Kan boleh aja dong?
Masak aku harus terlihat pintar terus? Menang terus? Pasti terus?

Jadi, tolonglah, Tuhan, Dikaulah yang menciptakan mahkluk yang maha abstrak
Dan nggak pasti itu,
Bilang padanya–gua nggak takut!”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here