Beranda Jalan Berita Mochtar Hasan : Orang NU Harus Ngurusin Buruh

Mochtar Hasan : Orang NU Harus Ngurusin Buruh

116
0
BERBAGI

Minggu 29 April 2018. Arif Suhaimi melakukan silturahmi ke kediaman Mochtar Hasan. Kegiatan ini dilakukan sebagai rasa syukur dan bangganya sebagai anak muda NU yang concern terhadap perkembangan dan kemajuan Kaum Nahdliyin secara cultural di Provinsi lampung dapat dibimbing langsung oleh beliau. “Silaturahmi ini saya lakukan karena rasa syukur dan bangga bisa dibimbing langsung oleh beliau. Beliau ini  merupakan salah satu tokoh yang sangat berperan dalam perkembangan dan kemajuan Provinsi Lampung khususnya dalam bidang pendidikan dan politik” ujar Arif Suhaimi.

Mochtar Hasan merupakan putra terbaik yang dimiliki sekaligus menjadi kebanggaan Lampung. Pria kelahiran Kota Agung 22 Desember 1932 ini mengaku sangat aktif berorganisasi, baik dalam bidang pendidikan, politik atau sosial kemasyarakatan. Sehingga beliau menjadi salah satu orang yang dituakan (sesepuh), didalam ormas Nahdlatul Ulama di Provinsi Lampung

Dalam susunan kepengurusan PWNU Lampung yang baru saja terbentuk beliau diwakili oleh putranya yang masuk dalam jajaran Mustasyar NU, SPDB Pangeran Drs.Edward Syah Pernong, S.H., M.H Sultan Sekala Brak yg dipertuan ke-23 yang sudah biasa dikenal oleh masyarakat, sebab pernah menjabat sebagai Kapolda Lampung.

Mochtar Hasan juga banyak melahirkan kader pergerakan yg mampu mewarnai pembangunan Lampung pada masanya seperti, Muhktar Lutfi, Malhani Manan dan lain-lain.

Dalam pertemuan tersebut beliau juga bercerita bahwa dirinya akan menghadiri undangan Pelantikan PWNU Lampung, dan berpesan Negarawan itu harus ngurusin kaum buruh apalagi NU. “Kalau mau menjadi Negarawan sungguhan itu harus  ngurusin kaum buruh, apalagi anak muda NU jangan sampai lupa terhadap kaum buruh,” ujar beliau saat ditemui di dikediamannya.

Selama ini yang dilakukan beliau terkait pendidikan salah satu tujuannya adalah untuk mensejahterakan kaum buruh. Meskipun dimana-mana menurut beliau kaum buruh itu selalu menjadi basis perebutan kepentingan politik. Oleh karenanya Pendidikan merupakan salah satu media untuk melakukan interaksi sosial sehingga akan tumbuh kesadaran politik kaum buruh.

“Banyak kaum buruh yang diperlakukan semena-mena oleh perusahaan. Kalau bukan yang muda siapa lagi yang mau membela mereka, nah kalau anak mudanya tidak kritis apalagi tak berpendidikan bagaimana bisa membela kaum buruh,” ujarnya melanjutkan obrolan.

Disela sela obrolan tersebut saya juga meminta doa dan restu kepada beliau agar diberikan kekuatan untuk terus konsisten melanjutkan perjuangan yg sudah menjadi ide dan gagasan para sesepuh dilampung.

Di akhir pertemuan itu beliau mengucapkan selamat kepada Pegurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung yang akan dilantik pada 3 Mei 2018 mendatang dan Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here