Beranda Ide Masa Depan Membuat Kita Menjadi Hewan

Masa Depan Membuat Kita Menjadi Hewan

213
0
BERBAGI

Masa depan merupakan hal yang paling misterius bagi manusia. Bagaimana tidak, ia tidak tampak bahkan tak ada yang dapat menjamin keberadaannya. Keberadaannya selalu menjadi angan-angan atau harapan manusia dan terkadang malah membuatnya kehilangan sisi kemanusiaannya. Namun justru hal inilah yang membuatnya menarik diperbincangkan.

Setiap orang memiliki gambaran idealnya sendiri tentang masa depan. Contohnya seorang yang memiliki ekonomi rendah (miskin) pasti memiliki harapan atahu gambaran masa depan untuk menjadi orang yang kaya raya atahu kebahagiaan, begitu pula dengan seorang hartawan meski dengan pandangan yang berbeda kedua berorientasi pada kebahagiaan (kenyamanan).

Setiap orang memiliki hasrat yang tinggi akan masa depan. Setiap inidividu akan berusaha untuk mencapai masa depannya. Sekolah (belajar), bekerja, menikah dan lain-lain semata-mata untuk menyalurkan hasratnya.

Namun, dalam proses mencapai hasrat idealnya manusia akan menemukan hal-hal yang berbenturan dengan realitas. Benturan itu berupa aturan, moral dan etik (moralitas) kepribadian setiap individu yang berasal dari agama, keluarga atau aturan yang lainnya. Peristiwa ini adalah suatu hal pasti dialami manusia.

Bertentanganannya kedua hal inilah yang menimbulkan kecemasan. Ini dikarenakan hasrat yang terbendung akibat represi. Maksudnya, dalam realitas memenuhi hasrat yang merupakan keinginan ideal atahu kebahagiaan bertentangan dengan aturan moral dan etik yang menyebabkan hasratnya tak tersampaikan.

Kondisi inilah yang sering menimbulkan sikap individualistik pada manusia. Karena hasratnya akan masa depan yang bertentangan dengan aturan-aturan dalam realitas dan menimbulkan kecemasan, maka kebanyakan orang lebih mendorong dirinya untuk menghiraukan aturan-aturan.

Nietzsche, salah satu filosof asal Jerman mengatakan bahwa segala tindakan dan prilaku manusia didorong oleh hasrat untuk berkuasa. Struktur pikiran manusia tidak lebih dari kumpulan insting-insting seperti hewan, manusia melakukan segala sesuatu berdasarkan hasratnya.

Lalu apa yang membedakan manusia dengan hewan ?

Menurut filsuf yang dikenal dengan pemikirannya tentang “Tuhan telah mati” ini, yang membedakannya adalah manusia memiliki akal (rasio). Akal membantu manusia dalam setiap tindak dan prilakunya termasuk kondisi seperti yang dijelaskan di atas. Ketika mengalami hal di atas pikiran manusia akan memberikan pilihan-pilihan untuk melampiaskan hasratnya dan tidak bertabrakan dengan moralitas. Namun karena hasrat yang tinggi maka rasio dan moralitas tersebut sering kali dihiraukan.

Inilah yang membuat Nietzsche memiliki pemikiran bahwa manusia melakukan segala sesuatu berdasarkan hasrat layaknya hewan. Prilaku koruptif yang dilakukan kebanyakan pejabat negara merupakan salah satu contoh dari konsep manusia menurut filsuf hidup di abad ke-18 ini. Semua yang dilakukan mereka berdasarkan hasrat akan kehendaknya tanpa pertimbangan akal dan moralitas.

Hasrat mereka akan masa depan yang bergelimang harta telah menutupi akal mereka. Akal mereka sudah tak lagi berfungsi dalam memberikan pilihan untuk mencapai hasratnya, hingga tak ubahnya mereka seperti hewan yang hanya hidup sesuai hasratnya.

Masa depan memang bukan hal sepele, ia terus membayangi setiap langkah hidup manusia. Namun siapa yang tahu akan masa depan? Siapa yang tahu kita masih hidup nanti atau esok?

Tidak ada salahnya memang jika setiap manusia untuk memiliki gambaran masa depan ideal. Namun masih pantaskah diri kita disebut manusia jika segala prilaku kita dikendalikan oleh hasrat hingga menghilangkan akal dan moralitas dalam kehidupan?

Dalam konteks ini maka kita sebagai manusia harus terus menata hasrat dan pikiran yang berasal dari diri kita. Hal ini yang akan membedakan kita dengan hewan. Jika kita sebagai manusia terus diperbudak akan bayang-bayang masa depan hingga menimbulkan hasrat yang berlebih, lalu apalagi yang membedakan kita dengan hewan?

Maka jadikanlah “diri” kita sebagai musuh utama. Taklukkan dirimu !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here