Beranda Jalan Berita Kurma Klasika, Kemanusiaan dan Keadilan Poros Perjuangan Gus Dur

Kurma Klasika, Kemanusiaan dan Keadilan Poros Perjuangan Gus Dur

135
0
BERBAGI
Umar Robani (kiri) dan Een Riansah (tengah)

Bandarlampung. Kuliah Ramadan (Kurma) Kelompok Studi kader (Klasika) sesi pertama (19/05) ditutup dengan penyampaian materi Nilai Kemanusiaan dan Nilai Keadilan. Dalam acara yang bertajuk “Ngaji Buku Gus & Catatan Yang Hilang Makna” ini Een Riansah dan Umar Robani berkesempatan menjelaskan isi essai yang mereka tulis.

“Hadirnya acara ini sebagai bentuk pertanggungjawaban intelektual dari tulisan yang telah saya tuangkan dalam buku Gus Dur & Catatan Yang Hilang Makna” Ungkap Een Riansah saat memulai diskusi.

Terkait isi tulisan yang ia buat, Een Riansah menjelaskan bahwa essai tersebut menjadi bahan refleksi terhadap praktik politik hari ini.

“Saya menemukan, bahwa dari seluruh praktik politik yang dijalani oleh Gus Dur semata-mata untuk menjunjung tinggi kebebasan, perbedaan, dan kemanusiaan. Dan hari ini, justru politik digunakan untuk mereduksi ketiga hal tersebut”. Pungkasnya.

Suasana diskusi buku “Gus Dur & Catatan Yang Hilang Makna”.

Di kesempatan yang sama, Umar Robani menyampaikan bahwa essai yang ia tulis ihwal keadilan selalu menjadi topik pembicaraan di setiap zaman.

“Saat Revolusi Perancis, keadilan dijadikan salah satu tuntutan dalam perjuangannya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Karl Marx, seorang pemikir yang saya jadikan rujukan dalam menulis essai tersebut” ungkap jurnalis Duajurai.co ini.

Ia pun menambahkan bahwa salah satu yang diajarkan oleh Gus Dur adalah mewujudkan keadilan, baik melalui jalur struktural maupun kultural.

“Kita semua ketahui bersama bahwa Gus Dur membela para individu dan kelompok masyarakat yang diperlukan tidak adil, seperti etnis Tionghoa dan Ahmadiyah. Hal tersebut semata-mata untuk mewujudkan keadilan sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945. Dan seharusnya hal yang sama juga dijadikan tujuan para politisi hari ini” Tutupnya.

Dalam sambutannya, Ahmad Mufid Direktur Klasika mengatakan bahwa materi yang disampaikan oleh dua pemateri hari ini amat penting untuk didiskusikan di tengah kontestasi politik.

Ia pun menambahkan bahwa kurma sesi kedua akan digelar pada tanggal 23-25 Mei. Seluruh agenda Kurma akan dihelat di Rumah Ideologi Klasika Jl. Sentot Alibasa gg pembangunan E/A5 No.121 way dadi, sukarame, Bandarlampung. Ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here