Beranda Jalan Berita Kurma Klasika, Islam Mengajarkan Nilai Kesetaraan dan Pembebasan

Kurma Klasika, Islam Mengajarkan Nilai Kesetaraan dan Pembebasan

32
0
BERBAGI
Sandika Wijya (kiri) dan Ahmad Mufid (tengah)

Bandar Lampung. Kelompok Studi Kader (Klasika) kembali melanjutkan Kuliah Ramadan (Kurma) sesi dua, hari ini 23/05. Dalam kurma hari ini Direktur Klasika Ahmad Mufid dan Sandika Wijaya berkesempatan membincang Nilai Pembebasan dan Nilai Kesetaraan seorang Gus Dur di Rumah Ideologi Klasika Jl. Sentot Alibasa gg pembangunan E/A5 No.121 Way Dadi, Sukarame, Bandarlampung.

Dalam acara bertajuk “Ngaji Buku Gus Dur & Catatan Yang  Hilang Makna” ini Sandika Wijaya mengungkapan bahwa kelas-kelas sosial yang hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat hari ini, sebagai contoh bahwa ketidaksetaraan masih terjadi dalam kehidupan. Ketika manusia diperlakukan tidak adil hanya karena perbedaan suku, agama, ras, golongan, dan ideologi. Padahal kita dapat belajar dari Islam untuk menghindari perlakuan diskriminatif semacam itu.

“Islam sebagai sebuah agama telah mengisyaratkan umatnya untuk memperlakukan seseorang dengan setara, sebagaimana yang dicontohkan dalam ibadah salat, umrah, dan haji”. Pungkasnya.

Dalam ibadah salat setiap muslim diharuskan menghadap kiblat yang sama tak perduli kaya atau miskin, pejabat atau rakyat. Hal tersebut juga dapat kita jumpai dalam ibadah umrah dan haji. Ketika setiap Muslim menggunakan pakaian yang sama saat beribadah. Ungkap pria kelahiran Ranau ini.

Suasana diskusi Kuliah Ramadan Klasika

Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Mufid dalam membincang Islam Sebagagi Agama Pembebasan. Dalam pandangnya, Islam melalui Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berlaku Revolusioner terhadap praktik-praktik penindasan, sebagaimana yang ia lakukan pada Bilal seorang budak berkulit hitam.

“Islam sebagai agama pembebasan semakin sedikit kita jumpai dalam kehidupan hari ini, padahal konsepsi seperti ini amat penting untuk kembali dibincang. Ketimbang ribut-ribut soal siapa yang masuk surga dan neraka. Pungkasnya.

Kurma sesi dua akan kembali digelar besok 24/05 dengan materi nilai persaudaraan dan nilai kesederhanaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here