Beranda Jalan Berita Kurma Klasika, Gus Dur Ajarkan Kesederhanaan dan Persaudaraan

Kurma Klasika, Gus Dur Ajarkan Kesederhanaan dan Persaudaraan

98
0
BERBAGI
Yogi Prazani (kiri) dan Asep Sugiarto (tengah)

Bandar Lampung. Kelompok Studi Kader (Klasika) kembali helat Kuliah Ramadan (Kurma) sesi 2. Dalam kesempatan kali ini, Yogi Prazani dan Asep Sugianto membincang nilai Kesederhanaan dan Persaudaraan (24/05).

Dalam acara bertajuk “Ngaji Buku Gus Dur & Catatan Yang Hilang Makna” ini, Yogi Prazani menyampaikan pentingnya nilai kesederhanaan ditengah kehidupan yang konsumtif.

“Dalam budaya konsumerisme, berbagai produk yang diiklankan oleh media hadir bukan sebagai kebutuhan tapi pemenuhan hasrat yang semata-mata bertujuan untuk menunjukkan strata sosial” pungkas Yogi Prazani.

Peserta diskusi Kuliah Ramadan (Kurma) Klasika.

Ia menambahkan, melalui Gus Dur kita bisa belajar kesederhanaan.

“Gus Dur sebagai seorang Kiyai Nasional, pada sebuah kesempatan pernah diundang untuk berceramah. Dan pada momen tersebut dirinya hanya dijamu dengan satu bungkus nasi padang. Sebagai seorang Kiyai tentu ini menjadi contoh untuk kita semua bahwa Gus Dur menerapkan nilai kesederhanaan”. Ungkap Yogi Prazani.

Dalam kesempatan yang sama, Asep Sugiarto menyampaikan hal yang tak jauh berbeda. Bahwa semasa hidupnya, Gus Dur selalu mengedepankan persaudaraan antar umat manusia.

“Gus Dur tak pandang bulu dalam membela setiap individu dan kelompok yang diperlakukan diskriminatif. Sebagaimana yang ia lakukan pada etnis Tionghoa dan Ahmadiyah” Ujar Sekretaris Klasika ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here