Beranda Ide GERAK-GERIK

GERAK-GERIK

319
0
BERBAGI

Di sebuah forum. Sebuah organisasi kemahasiswaan sedang mengadakan pelatihan kader. 40 orang kader duduk lesehan beralas tikar. Khusuk belajar. Di hadapan mereka seorang fasilitator sedang berapi-api memaparkan materi Mahasiswa dan Tanggung jawab sosial.

“ Sebagai seorang kader bangsa, kalian harus benar-benar mengerti dan paham, bahwa kalian adalah mahasiswa. Apa itu mahasiswa?, Mahasiswa adalah mahkluk mulia yang dikarunia oleh Tuhan dengan akal dan pikiran yang berbeda tentunya dibanding manusia-manusia lainnya, yang tidak sempat mengenyam bangku perkuliahan; apalagi beroganisasi.”

“Nah… kenyataan inilah yang harus kalian syukuri benar-benar. Mahasiswa itu agen of change, dia merupakan Agen Perubahan, di pundaknya lah arah bangsa ini akan ditentukan”.

“Sebagai Agen perubahan, kalian harus dapat melihat realitas social dengan jernih. Apa yang terjadi di lingkungan, bagaimana kondisi masyarakat sebenarnya. Jika ternyata dilapangan kalian menemukan kesenjangan antara idealitas dan realitas, maka menjadi tanggung jawab kalian lah untuk membenahinya”

“Mahasiswa jangan diam.. pasif. Dia harus aktif, karena itulah esensi seorang agen perubahan. Jika ada penyelewengan yang dilakukan penguasa, kalian harus bergerak. Salah satunya dengan melakukan unjuk rasa. Unjuk rasa merupakan salah satu variasi atau model gerakan yang biasa dilakukan mahasiswa. Nah, untuk melakukan itu kalian juga harus benar-benar matang tentang teknik manajemen aksi. Bagaimana mengemas isu, melakukan agitasi dan propaganda, hingga mengorganisir dan membangun aliansi antar organ Prodem”.

“Ingat ini baik-baik !!!

“Mahasiswa harus menjunjung tinggi nilai-nilai idealisme, dia tidak boleh berselingkuh dengan penguasa. Kalian harus jaga benar mentalitas gerakan kalian. hati-hati terjebak pragmatisme. jangan sampai kalian bergerak semata karena kepentingan sesaat, untuk dukung mendukung dalam politik praktik misalnya, terlebih bergerak agar mendapat uang recehan sebagai penyambung hidup kalian, itu mengkhianati hakikat kalian sebagai Mahasiswa namanya.hal tersebut dosa besar dalam gerakan. Karena di pundak kalian lah Cita-cita pendiri Bangsa ini berada.”

( Beberapa bulan kemudian, ke 40 kader yang mengikuti pelatihan itu menggelar unjuk rasa di halaman Dinas Bina Marga Provinsi Gabat-Gibut. Karena senior mereka yang memberikan materi–dengan berapi-api–saat pelatihan kader waktu itu, tidak kebagian Proyek pada Anggaran Tahun ini di Dinas dimaksud )

(24 agustus 2016)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here