Beranda Jalan Di Balik Muslim Cyber Army

Di Balik Muslim Cyber Army

226
0
BERBAGI

Baru-baru ini kita digemparkan dengan penangkapan jaringan penyebar hoax yang tergabung dalam The Family Muslim Cyber Army (MCA) oleh tim cyber Polri. Terkuaknya jaringan tersebut semakin membuktikan betapa menegerikannya media sosial hari ini.

The Family MCA ini merupakan jaringan pembuat penyebar isu hoax yang sekarang sedang banyak tersebar di media-media sosial seperti facebook, twitter, whatsapp dan lain-lain. Mereka bukan sebuah oraganisasi seperti saracen yang lebih dulu terkuak, MCA adalah kelompok dan grup yang terorganisir dan tersebar di media sosial.

Selain menyebarkan berita hoax yang berisi ujaran kebencian mereka juga mengirimkan virus maleware kepada orang/kelompok yang bertentangan dengan mereka. Hal ini brtujuan agar tak ada  yang mengganggu pekerjaan mereka dalam mengatur pergerakan isu yang akan diviralkan secara periodik di media sosial.

Hasil investigasi polisi terhadap pelaku yang telah tertangkap. Diduga kuat ada pemesan dibalik berita-berita yang mereka sebar yang macam-macam tujuannya, seperti; menjatuhkan lawan politik atau menutupi isu-isu terkait si pemesan. Ini menggambarkan bahwa hal semacam ini sudah menjadi dijadikan ladang bisnis oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab sebab hal serupa juga pernah jadi sebelumnya.

Yang lebih mengerikan lagi terdapat dugaan kuat kelompok ini terhubung dengan United MCA, kelompok yang dianggap menjadi sumber kerusuhan di Suriah dan Irak. Anggapan ini muncul karena ada anggota kelompok ini yang diduga sebagai otak dari The Family MCA berada di luar negeri.

Apa sebenarnya yang mereka inginkan?

Selain dugaan menjadikan hal ini sebagai ladang bisnis ada faktor-faktor lain yang menjadi targetan mereka. Jika kita perhatikan hoax-hoax yang mereka sebarkan berisikan ujaran kebencian, isu SARA, hinaan pada pemerintah, menyudutkan sebuah kelompok dan lain-lain, hal-hal itu sangat berkaitan dengan Indonesia yang memiliki masyarakat heterogen.

Ini adalah cara yang sama digunakan oleh United MCA dalam menciptakan kerusuhan besar di suriah dan Irak. Mereka menggunakan politik sektarian dengan membunyikan isu agama untuk menarik agama mayoritas, isu kekerasan/penindasan untuk menyerang pemerintah dan sebagainya yang memang sangat sensitif yang nantinya jika terus dibiarkan akan terjadi konflik ‘internal’ yang menyebabkan distabilitas negara.

Mungkin ini ada hubungannya juga dengan organisasi masyarakat yang beberapa waktu lalu dibubarkan pemerintah karena membawa ideologi Khilafah dan menolak Pancasila. Ya, mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam dan yang terbesar di dunia untuk sekarang. Peradaban Islam dunia mulai tak karuan karena perebutan wilayah atau konflik yang memang sengaja dibuat oleh ‘pihak-pihak yang tak terlihat’.

Apakah Indonesia menjadi target selanjutnya?

Tak ada yang bisa memprediksi hal tersebut. Namun, kemungkinan buruk bisa saja terjadi. Terlihat dari beberapa peristiwa nasional yang terjadi sepanjang 2017 hingga 2018 ini tidak menutup kemungkinan hal yang sama seperti di Suriah dan Irak terjadi juga di Indonesia.

Maka kita sebagai warga yang cinta Tanah Air sudah semestinya melek teknologi dan cerdas menyaring berita-berita yang bertebaran di media-media sosial. Karena media sosial merupakan alat yang paling masif digunakan dalam melakukan propaganda-propaganda.

Untuk mencegah kemungkinan buruk itu terjadi maka kita harus melakukan perlawanan terhadap gerakan tersebut. Bagaimana caranya?

Cara yang paling ampuh adalah JIHAD MEDSOS !!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here