Beranda Jalan Berita Bincang Sore, Klasika Bahas Pendidikan yang Membebaskan Perspektif Paolo Freire

Bincang Sore, Klasika Bahas Pendidikan yang Membebaskan Perspektif Paolo Freire

66
0
BERBAGI
Bincang Sore di Rumah Ideologi Klasika, Minggu, 14/7/2019 bersama Direktur Klasika Ahmad Mufid (kiri) dan Jurnalis duajurai.co Umar Robani (kanan) tentang pendidikan yang membebaskan perpektif Paolo Freire

BANDAR LAMPUNG, pojoKlasika.com – Kelompok Studi Kader menggelar diskusi bertajuk Bincang Sore, Minggu, 14/7/2019 di Rumah Ideologi Klasika, Jalan Sentot Alibasa, Gang Pembangunan E, Waydadi, Sukarame. Diskusi tersebut diisi oleh Direktur Klasika Ahmad Mufid dan Jurnalis Duajurai.co Umar Robani sebagai pembahas. Dalam kesempatan tersebut pembahas menyampaikan materi ihwal Pendidikan yang Membebaskan Perspektif Paolo Freire.

Ahmad Mufid menyampaikan pendidikan hari ini telah direduksi makna sebatas mencari ijazah. Padahal dalam filsafat pendidikan Paolo Freire, disebutkan hakikat pendidikan adalah membangun kesadaran agar menjadi manusia yang bebas. Hal itu dilakukan dengan melakukan pendidikan secara dialogis.

“Pada realitas di lembaga pendidikan formal tidak terjadi proses dialog antara pendidik dan peserta didik,” ujar pria yang akrab disapa Bemol itu saat menyampaikan materi.

Pada praktek pendidikan hari ini, lanjutnya, peserta didik hanya menjadi objek pasif. Menurutnya, harusnya peserta didik juga menjadi subjek dalam proses pembelajaran bukan hanya pendidik. Sedang objek pendidikannya adalah peristiwa yang terjadi dalam masyarakat. Dengan begitu peserta didik memilik kesadaran kritis saat menemukan sebuah fenomena.

“Dengan memposisikan murid sebagai subjek, maka, murid menjadi individu yang bebas yang mampu mengalisis secara kritis sebuah fenomena yang terjadi,” kata dia.

Menyambung hal tersebut, Umar Robani menuturkan pentingnya bagi kita untuk mencari pendidikan alternatif. Yakni, pendidikan yang memberikan ruang dialog dan arah sesuai pasion setiap orang. Dengan begitu peserta didik akan tumbuh menjadi manusia yang bebas dan mampu beradaptasi dengan zaman.

“Terlebih di era digital seperti sekarang, setiap orang bisa dengan mudah mencari dan mendapatkan informasi terkait apapun,” jelasnya.

Mantan Pemimpin Redaksi pojoklasika.com itu menyampaikan, kemajuan teknologi tersebut bisa menjadi ruang pendidikan alternatif bagi setiap orang. Karena setiap orang bisa dengan mudah memperoleh pengetahuan. Menurutnya, jika tak ada pembarua  pada sistem pendidikan, sekolah-sekolah tak lagi dianggap penting.

“Dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, bukan  tidak mungkin 10 atau 20 tahun ke depan ijazah bahkan sekolah tak lagi menjadi penting,” tegasnya.

Acara diskusi yang berlangsung sejak pukul 16.00 wib dihadiri puluhan mahasiswa dari sejumlah universitas di Bandar Lampung. Mereka tampak antusias memperhatikan materi yang disampaikan. Diskusi dilakukan dengan dialog terbuka antara pembahas dan peserta diskusi. Beberapa peserta tampak melontarkan pertanyaan dan tanggapan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here