Bincang Pendidikan untuk Perdamaian

Bandar Lampung – Equal Acces Internasional, Australia mengelar diskusi online bertajuk From the Grassroots: How Youth Embrance Peace Education, Sabtu, 25 Juli 2020. Diskusi ini menghadirkan berbagai aktivis dari sejumlah negara antara lain Ahmad Mufid dari Klasika Lampung, Karin Selma Al-kautsar dari Jage Kestare Foundation Lombok, Zack Mutterties Kordinator Equal Acces Internasional dari Australia, Janielle Beh dari Music Educator and Youth Mentor Afganistan, Mukmin Nantang dari Borneo Komrad Malaysia dan Shakilla Zen dari Persatuan Aktivis Sahabat Alam (Kuasa) Malaysia.

Diskusi itu akan membahas tentang peran pemuda dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menjaga perdamaian. Perwakilan EAI Mansurni Abadi masih banyak konflik yang yang terjadi diberbagai negara yang memiliki potensi mengganggu perdamaian dunia. Menurutnya pemuda memiliki peran penting untuk terlibat aktif menjaga perdamaian.

Hingga saat ini perdamaian menjadi tema yang menjadi perbincangan oleh komunitas di berbagai negara. Hal itu karena masih ada banyak masyarakat yang tinggal di tengah konflik seperti konflik politik dan wilayah antara palestina dan Israel serta konflik ras di Amerika yang terjadi baru belakangan.

“Keterlibatan pemuda dalam menjaga perdamaian amatlah penting, sebab pemuda merupakan investasi bangsa di berbagai negara,” ujarnya.

Dalam webinar yang akan disiarkan langsung melalui akun facebook Equal Access International, setiap komunitas akan membahas caranya masing-masing dalam melakukan kampanye perdamaian. Hal bertujuan untuk saling berbagi pengalaman, gagasan terlebih permasalah perdamaian diberbagai lokasi tentu berbeda..

“Kami berharap untuk menunjukan bahwa perdamaian bukan hanya tentang rekonsiliasi antar agama, tetapi juga etnis, ekonomi, dan sosial. Sehingga pemuda bisa merangkul pendidikan untuk mewujudkan perdamaian” kata dia.

Diskusi ini rencananya akan dilaksanakan secara online melalui Akun Facebook Equal Acces Internasional pukul 19:00 WIB. Sebagai tindak lanjut diskusi sejumlah organisasi dari berbagai negara ini akan melakukan pertemuan guna membahas kampanye pendidikan perdamaian.

Tulis sesuatu

%d blogger menyukai ini: