Beranda Jalan Berita Bebaskan Robertus Robet!

Bebaskan Robertus Robet!

503
0
BERBAGI
Desaign by: Asep Sugiarto

Dosen sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Robertus Robert digelandang pihak kepolisian dengan tuduhan penghinaan terhadap institusi TNI. Dirinya dianggap melakukan penghinaan karena menyanyikan lagu yang populer di kalangan mahasiswa 1998 saat menuntut Rezim Soeharto untuk mundur dari tampuk kekuasaan. Lagu tersebut ia nyanyikan saat berorasi di aksi damai kamisan pada tanggal 28 Februari 2019 lalu dengan tujuan mengingatkan kembali para generasi muda betapa mengerikannya hidup dibawah Rezim Militer.

Aksi Kamisan tersebut lantaran menyoroti kemungkinan kembali terulangnya Dwi Fungsi ABRI. Lantaran, rencana pemerintah untuk kembali menempatkan TNI  pada jabatan sipil. Padahal, Rencana ini jelas bertentangan dengan fungsi TNI sebagai penjaga pertahanan negara sebagaimana diatur Pasal 30 ayat (3) UUD 1945 & amandemennya, UU TNI & TAP MPR VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan Peran Polri. Selain itu, hal tersebut juga bertentangan dengan agenda reformasi TNI.

Memasukan TNI di jabatan-jabatan sipil, tentu mengingatkan kita kembali pada dwi fungsi ABRI pada Rezim Soeharto. Yang aturannya telah dihapus melalui TAP MPR X/1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembangunan dalam Rangka Penyemangat dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara dan TAP MPR VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dan POLRI dan bersamaan dengan itu mengembalikan ABRI ke barak.

Atas tuduhan melanggar  UU ITE terkait orasi dalam aksi damai Kamisan, 28 Februari lalu. Robertus Robet  ditangkap dengan tuduhan melanggar pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 tahun 2009 tentang ITE dan atau/ Pasal 14 ayat (2) jo Pasal 15 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUH. Pasal-pasal yang dikenakan pada Robertus Robet adalah pasal-pasal karet yang selama ini acapkali disalahgunakan untuk mengekang kebebasan berekspresi atau berpendapat. Dan penangkapan terhadap Robertus Robet adalah ancaman nyata tentang kebebasan sipil di masa reformasi.

Dengan kasus penangkapan yang terjadi pada Robertus Robet, Kelompok Studi Kader  (KLASIKA) menyatakan:

  1. Mengutuk keras penangkapan yang menjerat Robertus Robet.
  2. Menuntut kepada pihak kepolisian Republik Indonesia segera membebaskan Robertus Robet atas nama hukum dan keadilan.
  3. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengawal jalannya kasus ini.
  4. Dalam waktu dekat Klasika akan melakukan aksi sampai saudara Robertus Robet dibebaskan

 

Bandar Lampung 07 Maret 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here