Beranda Ide APA ITU KEBEBASAN ?

APA ITU KEBEBASAN ?

Buchari Fadhly

643
0
BERBAGI

Apa makna kebebasan itu…?

Apakah kebebasan adalah sebuah hasrat yang bila kita terus mengejarnya kita tidak akan merasakan kepuasan? Ataukah kebebasan sama dengan euphoria?

Euphoria adalah rasa senang yang meluap-luap dari kepenatan atau kebosanan. Ataupun juga dari belenggu dan kekangan. Orang merasa terkekang kemudian rasa terkekang ini pun hilang, apakah ini yang disebut kebebasan. Atau seperti Indonesia yang lepas dari kekangan dan penjajahan Belanda dahulu.

Ataukah makna kebebasan sama dengan kebebasan yang dimaksud kaum eksistensial. Kebebasan adalah kemutlakan yang dimiliki manusia sehingga kalau Tuhan menghalangi manusia untuk melakukan perbuatan yang dikendakinya, Tuhan harus disingkirkan. Paham sepeti inilah yang berkembang di Eropa (barat). Sehingga istilah Good is Died berkembang pesat disana dan timbullah istilah-istilah seperti Superman dan Superhero yang menjadi khayalan sebagai penyelamat mereka dari setiap bahaya yang mengancam.

Dalam artian barat kebebasan sabagai kemutlakan mungkin saja benar. orang-orang barat yang tumbuh dari latar belakang yang tragis, yakni ketika semua otoritas benar atau salah ditentukan oleh agama. Agama yang “bukan sesungguhnya” melainkan hanya hasrat dan angan seorang yang hendak berkuasa dan menguasai. Agama yang mereka jadikan sebagai kendaraan perang dalam suasana politik yang mencekam, padahal agama datang bukan dengan maksud itu melainkan sebagai pedoman dan penuntun manusia agar dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Kebebasan yang menyerupai hasrat, euphoria dan kemutlakan tadi adalah kebebasan yang salah kaprah. Ada istilah yang berbunyi, “silahkan ada kebebasan, tetapi setiap kebebasan yang anda pergunakan ada pertanggung jawabannya”.

Kita bebas mengkritik pemerintah tetapi kita harus bisa membedakan antara mengkritik dengan menghina dan mencemarkan nama baik, Dan kritikan kita pun harus mampu kita pertanggung jawabkan kebenarannya dengan fakta serta akurasi data yang tepat. Karena ada pasal pidana yang mengatur pencemaran nama baik.

Dalam agama islam (ajaran fikih) misalnya, orang diberikan tanggung jawab agama adalah ketika ia dewasa. Dewasa biasanya ditandai dengan bisa membedakan, mumayyiz. Orang yang sudah bisa membedakan yang benar dan salah maka ia telah diberi kebebasan untuk memilih, baru setelah itu Ia bertanggung jawab atas pilihannya. Oleh karena itu orang yang hilang akal(gila) tidak di kenai tanggung jawab karena Ia tidak bisa membedakan yang benar dan salah serta akibatnya.

Di pondok-pondok modern misalnya, sering sekali mengutip perkataan Dr. Mahmud Saltut yang berbunyi kebebasan seseorang dibatasi dengan kebebasan lainnya – hurriyatul mar’i mahdudun bihurriyatil akhihi-.

Seorang bebas mendengarkan musik rock kesukaannya, tetapi orang lain pun bebas mendapatkan ketenangan dan kenyamanan, sehingga apabila orang lain itu merasa terganggu dan rugi maka Ia bisa melaporkan adanya gangguan itu.

Dan kalau itu benar, kebebasan yang dituntut adalah mendengarkan musik yang cadas dengan dentuman yang menggelegar..! silahkan dengarkan diruang yang kedap suara.

Kemudian kebebasan jika dikaitkan dengan kebebasan berpikir dalam agama islam, berpikir itu harus ada batasan dan framenya yakni Qur’an dan Sunnah sehingga berpikir itu tidak kebablasan.Banyak sarjana-sarjana muslim Indonesia yang belajar di Negara komunis ketika ia kembali ke Indonesia malah mengatakan Tuhan itu sudah tiada. sungguh sangat mengecewakan. Kebebasan seperti itu adalah kebebasan yang mengecewakan.

Kebebasan sebenarnya adalah kematangan berpikir dan tanggumg jawab, karena itu kebebasan harus selalu diiringi dengan pengetahuan yang luas agar kebebasan tidak membawa petaka dan mudhorot, sehingga tercipta suasana bebas yang didambakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here