Alip Ba Ta

“Sederhana dan tampil sebagaimana layaknya kelas pekerja. Di tengah begitu banyak kepalsuan dan kosmetik di media sosial, Alip menawarkan keaslian dan keluguan yang memukau”.

 

Oleh : Nezar Patria

Saya terpukau oleh Arief Gustakhiyat, seorang supir truk dan kadang jadi operator forklift, yang mengguncang jagad Youtube dengan permainan gitarnya. Di Youtube dia dikenal dengan nama Alip_Ba_Ta. Nama itu semacam gabungan dari nama kecilnya Alip, yang mungkin biar mudah diingat diteruskan olehnya dengan huruf Arab kedua dan ketiga; Ba dan Ta.

Di Youtube, Alip seperti menemukan dunianya. Dia tampil dengan misterius karena tak pernah berbicara mengenai dirinya, dan mengunggah video dengan penampilan apa adanya termasuk tak peduli pada kostum yang dipakainya. Pada umumnya dia tampil bercelana pendek, kaos oblong, bertopi, dan duduk bersila memeluk gitar, dengan latar tembok yang kusam dan ditempeli poster daftar huruf latin yang biasa dipakai oleh anak-anak yang sedang belajar membaca.

Dia memainkan aneka lagu dengan petikan gitar ala fingerstyle, dan itulah sihirnya; Alip membuat para penonton terseret masuk di antara jemarinya yang lincah berloncatan di tiap senar dan meninggalkan bunyi yang memabukkan. Hampir seluruh videonya menyajikan lagu cover, dalam arti dia memainkan lagu karya orang lain.

Dia mengemas Bohemian Rhapsody milik Queen dengan sempurna sehingga akun resmi yang mempromosikan Queen mengutip video itu, dan pujian mengalir dari berbagai penjuru dunia. Saya menyukai petikannya untuk Dear God dari Avenged Sevenfold yang disimak lebih dari 8 juta views, dan juga Lily dari Alan Walker. Dengan tenang dan menghanyutkan Alip juga memainkan Canon Rock, sebuah lagu milik gitaris Taiwan Jerry Chang, dan permainan Alip itu menarik sekitar 4,7 juta penonton.

Sejak setahun lebih ini Alip sudah mengunggah puluhan lagu, dan akun Youtube miliknya diikuti oleh 1,5 juta pelanggan. Dia memainkan bermacam aliran musik dan menurut saya sangat piawai dalam rock dan blues. Dia meroket dengan cepat dan menarik perhatian justru karena dia sederhana dan tampil sebagaimana layaknya kelas pekerja. Di tengah begitu banyak kepalsuan dan kosmetik di media sosial, Alip menawarkan keaslian dan keluguan yang memukau.

Menurut cerita di media, Alip hanya bermain gitar buat kesenangannya sendiri sampai pada satu hari dia membeli sebuah telepon seluler Android dan merekam permainannya di video dan mengunggahnya di akun Facebook. Karena banyak yang suka, dia lalu beralih ke Youtube, dan media sosial itu lalu memberinya rezeki yang tak diduganya sama sekali dengan jutaan penggemar di seluruh dunia hari ini.

Dia tak pernah meminta share atau subscribe seperti pada umumnya para Youtubers, Alip hanya mengunggah video dengan duduk bersila, bermain gitar dengan membiarkan asbak butut dan gelas kopi tergeletak di hadapannya. Kadang dia menyelipkan rokok yang masih menyala di kepala gitar, dan asapnya masih tampak mengepul itu ikut melenggang seirama petikan gitar. Dari mulai muncul sampai dengan petikan terakhir, Alip tak bersuara apalagi bercerita. Kecuali gitarnya yang berbunyi, Alip bungkam semata.

Di Youtube ada ribuan orang memainkan gitar dengan lagu cover seperti Alip, tapi Alip menjadi istimewa karena dia tampak orisinil dengan kepiawaian fingerstyle yang sulit dicari cacatnya. Seorang Youtuber yang juga pemain gitar asal Amerika, dengan akun Citizen Shane, kini menjadi pengamat setia Alip. Setiap unggahan video Alip selalu mendapat reaksi dari Shane, dan video reaksi itu mengundang banyak penonton bagi si Shane. Dia bahkan bernazar kalau sampai pelanggannya tembus 500 ribu di akhir tahun ini, dia akan ke Jakarta mencari Alip dan akan membelikannya gitar akustik Taylor atau Martin termahal yang bisa dibelinya nanti.

Mungkin juga ketika si Shane ini berhasil kelak seperti apa yang dia nazarkan, Alip sudah melambung lebih tinggi. Konon, menurut sebuah akun yang rajin mengamati penampilan Alip, anak Ponorogo itu sekarang bisa menghasilkan ratusan juta rupiah per bulan dari videonya di Youtube.

Saya terus terang menikmati semua permainan gitar Alip. Petikannya mirip puisi, pada larik-larik tertentu memberikan kejutan. Demikian juga Alip, petikannya kadang tak biasa, dan memberikan kita bunyi yang mengejutkan. Dia tampak tak sekadar memainkan gitar, tapi menjadikan gitar itu sebagai bagian dari dirinya; Alip dan gitar adalah manunggal.

https://youtu.be/x6wYV6UP0SU

Tulis sesuatu

%d blogger menyukai ini: